Ketua Laskar Lamteng Dorong Eksekutif Dan Legislatif " Anjau Silau" Sebagai Program Rutin Daerah
Lampung Tengah.( TARGETWARTA )Kegiatan Anjau Silau, yang digelar Kejaksaan Negeri, (Kejari) Lampung Tengah, bersama DPRD, Ormas, LSM, dan insan Pers, menjadi inisiatif Ketua Laskar Lampung Tengah, Yunisa Putra untuk mendorong pihak eksekutif dan legislatif menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin Pemerintah Daerah dalam melestarikan budaya silaturahmi, dan sebagai upaya merawat semangat kebersamaan di Kabupaten yang berjuluk "Beguwai Jejamo Wawai".
Ketua Laskar Lamteng ini menyebut, Anjau Silau berfungsi sebagai metode silaturahmi yang efektif untuk menyelesaikan permasalahan warga, menjaga kearifan lokal, serta memantau langsung kondisi yang sebenarnya, antara pemangku kepentingan dengan lembaga masyarakat, tanpa adanya perbedaan.
"Artinya, kegiatan itu menjadi contoh. Anjau Silau sebagai wadah yang efektif untuk menyambung keharmonisan, dengan hadirnya tokoh di tengah, masyarakat, Ormas, LSM, dan insan Pers. Jadi hal itu bukan sekadar kunjungan seremonial," ujarnya, Jum'at (6/3/2026).
Cerminan baik buruknya wajah Lampung Tengah sangat dipengaruhi oleh kualitas pemberitaan dan edukasi yang diberikan ke ruang publik. “Kejaksaan hadir untuk memastikan tata kelola yang baik dan hukum yang hidup di masyarakat dapat terus berjalan secara beriringan, tanpa menimbulkan konflik.
Mantan anggota DPRD Lamteng ini menyampaikan bahwa, Anjau Silau yang di gagas Kejari Lamteng, merupakan bentuk sinergi antara APH dan lnsan Pers. Dalam kegiatan kemarin, kita telah menunjukkan bahwa kolaborasi merupakan kekuatan dalam membangun optimisme dan kepercayaan publik.
"Insan Pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menyampaikan edukasi hukum, Pemerintahan, yang menghadirkan informasi yang berimbang, serta memperkuat transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap isu dan kabar yang berkembang," ungkapnya.
Oleh karena itu lanjutnya, kehadiran Pers, Ormas, dan LSM yang berkualitas sangat di butuhkan. Artinya, mari bersama-sama mengawal Visi Misi pembangunan, serta menjaga kondusipitas di wilayah Kab.Lamteng.
"Sangat di sayangkan program baik ini, bukan Pemkab.Lamteng yang menginisiasi. Seharusnya, Pemkab lebih peka membaca apa yang di inginkan kawan-kawan Jurnalis, Ormas, dan LSM selama ini, karena hal itu akan menumbuhkan kemitraan yang kebih solit, bukan seperti saat ini, seolah-olah ada jurang yang memisahkan Jurnalis dengan pemangku kepentingan di Kabupaten ini," keluh Yunisa.
"Untuk itu, kembali saya pertegas khususnya kepada pihak eksekutif dan legislatif dapat mengagendakan program anjau silau ini setiap bulan atau beberapa bulan sekali, dalam rangka kebersamaan, keterbukaan, dan membangun kembali makna 'Beguwai Jejamo Wawai' itu bukan sekedar simbol," pungkas Ketua Laskar Lamteng ini.
Penegakan hukum yang modern tidak sekadar berfokus pada ketegasan aturan, tetapi juga harus menyentuh sisi humanis dan kearifan lokal. Semangat inilah yang diwujudkan oleh Kejari Lamteng, dalam merajut sinergi bersama lnsan Pers, Ormas, LSM, dan Masyarakat, bersama unsur Pemkab dan DPRD Lamteng.
Posting Komentar